Puisi: Angan Belaka

Aku sudah berangan-angan sejak lama
menuliskan sebuah cerita panjang
tentang orang-orang terpinggirkan
yang kemudian merangkak ke tengah dan merebut haknya

Lalu aku baru ingat
bahwa cerita epos semacam itu
tak akan dibaca oleh orang-orang terpinggirkan
karena kebanyakan masih sibuk mengurus perut

Aku sudah kalah sebelum melawan
mengapa tidak dicoba dahulu?
sayangnya nyaliku habis direnggut realitas
hidup yang menegang, mengangkang, dan menyeberang

Padahal, aku termasuk orang-orang terpinggirkan
tapi sialnya aku memakai kata “mereka” untuk menyebut mereka
celaka

Leave a comment